Sunday, January 20, 2013
Cantik dan Sehat dengan Ear Candle Therapy
BANYAK orang menganggap sepele kebersihan telinga. Padahal, organ yang satu ini memiliki peranan yang cukup penting dalam menjaga keseimbangan tubuh. Karena itu, perawatannya tidak boleh asal-asalan. Ear Candle Therapy adalah salah satu jenis perawatan telinga yang patut dicoba. Selain membersihkan rongga telinga dari kotoran, terapi ini juga mampu menyembuhkan berbagai keluhan penyakit. Bahkan stres dan depresi penyebab keriput dan jerawat pun bisa segera teratasi. Tertarik untuk mencoba?
“Cantik-cantik kok budeg!” Pernahkah Anda mendengar ejekan seperti itu? Ternyata, cantik tidak cukup. Kulit wajah yang mulus dan bentuk tubuh yang indah rasanya tak lengkap jika Anda tidak memperhatikan kebersihan. Salah satunya adalah kebersihan telinga. Telinga kotor maka pendengaran terganggu. Jangan anggap enteng kotoran yang mengendap di rongga telinga. Banyak cara merawat telinga, namun sedikit yang aman dan benar-benar higienis.
Sebagai pusat keseimbangan tubuh, telinga memiliki bagian-bagian yang harus diperhatikan. Telinga bagian luar terdiri atas daun telinga dan selaput gendang. Bagian tengah telinga terdiri atas selaput gendang hingga batas otak. Sementara telinga bagian dalam terdiri atas alat pendengaran dan alat keseimbangan. Pada telinga juga terdapat banyak sekali saraf pengatur metabolisme tubuh. Jika saraf tersebut terganggu maka metabolisme tubuh pun terganggu.
Di telinga luar berkumpul kelenjar minyak dan kelenjar keringat. Kotoran kuping seperti daki yang kerap muncul di daerah ini adalah endapan minyak yang dihasilkan kelenjar tersebut. Fungsinya, menghalau serangga yang mencoba masuk ke dalam telinga. Masalahnya, kita selalu mengorek bagian dalam telinga dengan catton buds atau logam yang ujungnya cekung seperti sendok. Padahal, menurut Dra Susana Budiman, terapis ahli dari Ear Candle Center yang terletak di daerah Jelambar, Jakarta Barat, kebiasaan tersebut justru mendorong kotoran telinga masuk lebih dalam.
Kotoran kuping akan keluar dengan sendirinya berkat dorongan mekanisme otot pipi saat kita mengunyah makanan. Muara dari kotoran itu adalah daun telinga, sehingga kita tak perlu mengambil risiko dengan mengorek-ngorek telinga sampai ke bagian tengah dan dalam. Jika kita mengoreknya, kotoran tersebut akan terperangkap dalam cekungan telinga yang bentuk liangnya seperti huruf S. Akibatnya kotoran tak bisa keluar sendiri dan setelah mengendap di dalam liang telinga akan mengeras dan membatu.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment