Sunday, January 20, 2013
Terapi Ear Candle
Terapi ini bukanlah hal baru di dunia kesehatan. Sekitar 4.000 tahun lalu suku Indian, penduduk asli Amerika, memanfaatkan ear candle untuk upacara spiritual. Ear Candle yang digunakan saat itu terbuat dari kulit jagung yang dilapisi sarang lebah. Saat ini kain linen digunakan sebagai pengganti kulit jagung.
Selain membersihkan telinga dari segala macam kotoran, terapi ini efektif untuk mengobati gangguan pendengaran, misalnya migrain, vertigo, sinusitis, insomnia, autisme pada anak, bahkan stres atau depresi. “Pasien yang mengalami depresi biasanya menjadi jauh lebih rileks setelah mengikuti terapi ini,” ujar Dra Susana Budiman yang akrab dipanggil Ibu susan ini.
Lilin yang digunakan dalam terapi tentu saja bukan lilin biasa. Lilin khusus yang digunakan disebut dengan ear candle. Bentuknya seperti lilin biasa. Hanya saja bagian tengahnya berlubang seperti sedotan minuman. Lilin tersebut berdiameter 1,5 cm dan panjang kira-kira 20 cm. Ear Candle terbuat dari sarang lebah, kain linen kualitas tinggi, chamomile, dan sage yang bisa membunuh kuman di dalam telinga. Karena menggunakan sarang lebah, warna ear candle bisa berubah sesuai musim, tergantung pada jenis bunga yang madunya dihisap oleh sang lebah. Selain lilin, diperlukan tatakan untuk mencegah serpihan lilin masuk ke dalam telinga. Sementara otoscope, digunakan sebagai alat peneropong kondisi telinga dari luar.
Sebenarnya, ada berbagai negara. Diantaranya lilin dari Kanada. Lilin jenis ini menggunakan kapas di tengah-tengah lubang sebagai filter. Namun, kapas ini justru mengundang masalah. Ada kasus yang membuat seorang pasien di negeri itu harus menjalani operasi gendang telinga setelah menjalani terapi. Ternyata, kapas tersebut membuat asap lilin makin panas dan serpihan kapas panas itu jatuh ke atas gendang telinga pasien. Karena itu, Susana tidak berani menggunakannya.
Lain lagi dengan lilin produksi dalam negeri yang kualitasnya kurang baik. “Kalau dibakar bukannya membersihkan telinga malah bikin sampah dalam telinga,” ujarnya. Selain kedua jenis tadi, masih ada lagi jenis lilin yang ternyata tidak mampu mengangkat kotoran dalam telinga. “Terbaik adalah ear candle yang berasal dari Amerika Serikat. Kualitasnya bagus dan kandungan sage-nya mengandung antibiotik alami. Karena itu, pasien harus selektif dalam memilih jenis lilin sebelum diterapi,” tambahnya sambil menunjukkan lilin tersebut.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment